Pengertian Dan Contoh Integrasi Sosial

Diposting pada

Pengertian integrasi sosial adalah – Indonesia adalah negara dengan banyak budaya, ras, suku dan agama. Adanya berbagai perbedaan tersebut harus mampu membentuk harmonisasi antar kelompok masyarakat sebagai makhluk sosial yang akan saling membutuhkan.

Oleh karena itu, integrasi sosial diperlukan untuk menghadapi pluralisme atau perbedaan dalam kehidupan masyarakat. Proses integrasi sosial ini akan membuat perbedaan dalam kehidupan menjadi lebih harmonis.

Namun perlu dipahami pentingnya integrasi sosial, bentuk-bentuk integrasi sosial, faktor pendorong dan penghambat, serta proses integrasi sosial dalam masyarakat.

Pengertian Integrasi Sosial

Seperti yang dikutip dari Quipper.co.id Pengertian integrasi sosial adalah proses mengadaptasi berbagai elemen kehidupan masyarakat untuk menghasilkan pola kehidupan masyarakat yang memiliki fungsi yang harmonis.

Pengertian integrasi sosial merupakan gabungan dari dua istilah, yaitu integrasi dan sosial. Integrasi berarti kesempurnaan atau totalitas. Sosial adalah hubungan dan timbal balik dari tindakan yang dilakukan oleh masyarakat.

Integrasi sosial ini memegang peranan penting dalam masyarakat. Integrasi sosial bertujuan untuk menciptakan masyarakat yang harmonis sehingga tujuan yang sama dapat dicapai dengan lebih mudah.

Selain itu, integrasi sosial juga mencakup beberapa bentuk tatanan sosial dalam kaitannya dengan hukum, budaya, pendidikan, dll. Dengan demikian, integrasi sosial dapat dilihat sebagai elemen yang dapat mengurangi risiko konflik sosial di masyarakat.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), konsep integrasi sosial adalah percampuran hal-hal menjadi satu kesatuan yang utuh. Integrasi sosial ini juga dibangun di atas tiga level, yaitu level mikro (keluarga), meso (kelompok sosial), dan makro (masyarakat negara).

Pencapaian integrasi sosial ini memerlukan kerjasama seluruh anggota masyarakat, mulai dari individu hingga negara, untuk mencapai akad nikah yang setara.

Baca Juga :  Aplikasi Penghasil Saldo Dana Tercepat Membayar 2021

Integrasi sosial harus dicapai untuk membangun kehidupan masyarakat yang harmonis. Dengan demikian, kelas sosial yang berbeda dapat hidup berdampingan tanpa memperhitungkan perbedaan yang ada.

Bentuk-Bentuk Integrasi Sosial

Integrasi sosial dibagi menjadi 3 jenis dengan kegunaan yang berbeda antara lain:

1. Integrasi normatif
Integrasi normatif adalah suatu bentuk integrasi sosial yang berlangsung atas dasar norma-norma yang berlaku dalam masyarakat. Konsep norma yang berlaku pada integrasi normatif ini dapat mengekspresikan masyarakat. Misalnya prinsip semboyan Bhinneka Tunggal Ika, yang menegaskan bangsa Indonesia dengan perbedaan budaya, ras dan agama.

2. Integrasi fungsi
Integrasi fungsional adalah suatu bentuk integrasi sosial yang terjadi karena adanya fungsi-fungsi tertentu dalam masyarakat. Integrasi sosial ini mengutamakan fungsi masing-masing pihak dalam masyarakat.

Indonesia, misalnya, yang terdiri dari beberapa suku dengan perannya masing-masing, berintegrasi karena saling membutuhkan. Orang Bugis yang tetap melaut, orang Jawa yang lebih banyak bertani, dan orang Minang yang pandai berdagang.

3. Integrasi paksa
Integrasi paksa adalah bentuk integrasi sosial yang terjadi karena kekuasaan adalah milik penguasa. Dalam bentuk integrasi sosial ini, penguasa memiliki kekuasaan untuk menggunakan kekuatan atau kekerasan agar masyarakat dapat bersatu. Misalnya, polisi menggunakan kekerasan untuk menembakkan gas air mata ketika massa melakukan kerusuhan.

Faktor Pendorong Integrasi Sosial

Ada beberapa faktor yang mendorong munculnya inklusi sosial di masyarakat, yang terbagi menjadi dua jenis, internal dan eksternal, antara lain:

1. Faktor internal
Inklusi sosial dapat didorong oleh beberapa faktor internal, antara lain:

A. Toleransi antar individu dan kelompok
Toleransi adalah perilaku atau sikap manusia yang tidak terkecuali pada aturan. Bentuk toleransi ini terjadi ketika seseorang menghormati atau menghargai setiap tindakan yang dilakukan oleh orang lain.

Baca Juga :  Cara Mudah Hapus Akun Zoom Di HP dan Laptop

belajar jualan online
Sikap toleransi antar individu dan kelompok ini sangat mendorong terbentuknya integrasi sosial. Artinya, setiap orang atau kelompok yang ditemukan dalam masyarakat yang sakit menghormati budaya seseorang atau kelompok lain.

Tidak ada orang atau kelompok yang boleh mengejek atau mendiskriminasi orang atau kelompok lain. Selanjutnya, individu dan kelompok tidak malu mengakui pro dan kontra satu sama lain.

B. sikap terbuka
Sikap terbuka adalah sikap ketika seseorang ingin mendengar dan menerima kritik dan saran orang lain. Sikap terbuka individu dan kelompok yang berkuasa juga dapat mendorong inklusi sosial, termasuk sikap terbuka terhadap perubahan.

Misalnya pemimpin yang memberikan kesempatan yang sama untuk fasilitas kesehatan, pendidikan dan sebagainya kepada seluruh masyarakat. Dalam hal ini, kotamadya juga mendapat kesempatan yang seimbang dalam bidang ekonomi.

C. Kesadaran sebagai makhluk sosial
Manusia sebagai makhluk sosial adalah makhluk yang saling berhubungan dengan orang lain. Artinya manusia sebagai makhluk sosial selalu membutuhkan orang lain.

Kesadaran manusia sebagai makhluk sosial merupakan salah satu faktor yang mendukung terjadinya integrasi sosial. Karena merupakan konsep ideologis di mana struktur sosial dipandang sebagai organisme yang hidup. Semua elemen organisme sosial memiliki fungsi menjaga stabilitas dan keharmonisan organisme.

D. Kontak dengan budaya lain
Kontak dengan budaya lain merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya perubahan sosial. Perubahan sosial adalah perubahan nilai, norma atau perilaku yang terjadi dalam masyarakat.

Kontak intensif dengan budaya lain merupakan faktor penentu dalam membentuk integrasi sosial. Contoh sikap ini adalah mempelajari budaya lain dan menghargai budaya lain.

Sumber :

https://quipper.co.id/integrasi-nasional/

 

5/5 - (1 vote)