Mengenal Hama dan Penyakit Pohon Mangga

Diposting pada

Penyakit Tanaman Mangga

Mengenal Hama dan Penyakit Pohon Mangga

tanaman mangga

Penyakit Tanaman Mangga: Hama, Obat, Lalat Buah & Pengendalian – Mangga adalah tanaman yang berasal dari Asia Tengah tepatnya di perbatasan India dan Burma, tanaman ini telah menyebar di Asia Tenggara sejak 1500 tahun yang lalu, tetapi kami sudah menganggapnya sebagai tanaman asli. tumbuhan Indonesia. Maka tidak aneh jika di setiap daerah nama mangga ini berbeda-beda. Jenis dan varietas yang enak disantap pun beragam, antara lain Golek, Arummanis, Manalagi, Lalijiwa, Keweni, dan Pakel.

penyakit-mangga-tanaman

Di dataran rendah, mangga bisa tumbuh subur, meski tanaman ini juga ingin tumbuh di daerah beriklim sedang. Mangga memiliki nama taksonomi atau nama botani Mangifera indica, dan dalam pertumbuhan dan perkembangannya hingga berbuah, terdapat hama dan penyakit yang menyerang tanaman buah ini dengan berbagai gejala.

Sehingga diharapkan dengan adanya makalah yang berjudul “Hama dan Penyakit Mangga (Mangifera indica L) dan Penanggulangannya” penulis dan pembaca dapat mengetahui gejala serangan hama dan penyakit yang menyerang tanaman mangga serta mengetahui cara pengendaliannya.
tanaman mangga

Mangga (Mangifera indica L) termasuk dalam famili Anacardiaceae, tanaman ini merupakan tanaman buah tropis kering yang berasal dari India dan Ceylon. Pohon mangga adalah pohon buah yang berkeping dua (dikotil). Tingkat taksonomi mangga adalah sebagai berikut:

Divisi: Spermatophyta
Sub Divisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledoneae
Pesanan: Sapandales
Keluarga: Anacardiaceae
Genus: Mangifera
Spesies : Mangifera indica L

Hama Mangga dan Pengendaliannya

Hama mangga berbagai jenis dan bentuk. Beberapa menyerang daun, batang, kulit kayu, bunga, buah dan akar. Ada jenis yang tergolong serangga, tungau, tikus, kelelawar, dan burung. Setiap hama memerlukan pengendalian khusus. Sekitar 75% hewan yang hidup di bumi adalah serangga. Ini termasuk serangga hama Mangga, Lalat Buah, Bubuk Buah Mangga, penggerek batang, wereng mangga, kutu dompolan putih, ngengat, semut rangrang, dan tungau.

Baca Juga :  Dialog Bahasa Inggris di Pasar & Terjemahannya

Artikel Lainnya : 14 Cara Menanam Cangkok Mangga Agar Cepat Berbuah dan Jenisnya

Lalat Buah

Lalat buah umumnya menyerang buah mangga yang sudah matang. Lalat buah bisa berukuran sama, lebih besar, atau lebih kecil dari lalat rumah. Warna lalat buah mencolok: merah, hitam atau kuning, tergantung spesiesnya. Bentuknya segitiga dan memiliki bercak-bercak di sayapnya. Lalat terbang mencari buah yang matang, setelah itu lalat menembus kulit buah dan bertelur di daging buah. Selama hidupnya lalat buah dapat bertelur 100-150 butir. Dalam satu buah bisa terdapat 400-600 butir, karena bukan hanya satu lalat yang bertelur. Telurnya kecil-kecil, berwarna putih dan menetas dalam waktu 1-2 hari, disebut ulat putih.

Sendi yang baru menetas langsung memakan daging buahnya, setelah dewasa panjang sendi bisa mencapai 1,25 cm. ketika buah mangga matang menjadi kotor dan busuk, sendi langsung keluar dari buah yang busuk menjadi kepompong di dalam tanah. Mengeluarkan buah dengan menekuk tubuhnya, kepompong membutuhkan waktu 7-12 hari tergantung kondisi cuaca. Jika buah diserang bersamaan, jika tidak busuk, tidak terlihat dari luar, di permukaan kulit terlihat bintik-bintik hitam kecil di dalam, terlihat seperti memantul dan melompat. Lalat buah asia (Dacus pedistris) yang tersebar di Indonesia.

Cara pengendalian lalat buah yaitu serangan lalat buah dapat dikurangi dengan menjaga kebersihan kebun. Mangga yang jatuh setiap hari dikumpulkan dan dimusnahkan, dimusnahkan dengan cara dibakar, dimasukkan ke dalam bak berisi larutan insektisida, direbus atau dikubur sedalam 1 m dari permukaan tanah. Tanah di sekitar pohon mangga dicangkul agar kepompong yang tersembunyi dari dalam keluar. Kepompong akan mati dengan sendirinya di bawah sinar matahari.

Baca Juga :  Cara mengatasi suara lag dan memperbaiki bluetooth headset saat bermain game di handphone

Pemberian umpan berupa larutan sabun atau metil eugenol dalam wadah dan insektisida atau dengan memasang perangkap lalat buah menggunakan minyak kemangi dan petrogenol untuk menangkap lalat buah. Minyak kemangi dan petrogenol merupakan senyawa feromon seks yang berfungsi sebagai penghubung antara individu jantan dan betina sehingga keduanya dapat melakukan perilaku kawin dan kopulasi.

lalat rebus mangga

Lalat borok daun mangga (Procontarinia matteiana Kieff & Cicec), famili Ceciomiidae, juga sering disebut lalat Cecid. Ukurannya sangat kecil, badannya berwarna hitam, sayapnya bening (transparan). Lalat rebus bertelur pada daun mangga muda, larva yang muncul dari telur tersebut tumbuh di jaringan daun dan membentuk borok pada daun. Warna bisulnya hijau, coklat, dan kemerahan karat, bentuk bisulnya seperti bulat kecil (bulat).

Sumber :

Rate this post