Vicky Safra, Janda Terkaya Berharta Rp1.300 Triliun

Diposting pada

Inilah kehidupan Vicky Safra, janda terkaya dengan kekayaan Rs 1.300 triliun

vicky-safra-terkaya

Vicky Safra dianggap sebagai janda terkaya di dunia. Kekayaannya sekitar Rp 1.300 triliun. Tapi siapa sebenarnya karakter Vicky Safra ini? Dari mana dia mendapatkan kekayaannya?

Dia adalah istri seorang bankir kaya bernama Joseph Safra. Vicky adalah warga negara Yunani dan sekarang berusia 68 tahun.

Pernikahannya dengan Yusuf berlangsung selama 50 tahun hingga kematian suaminya pada Desember 2020.

Vicky menikah dengan Joseph di usia muda, lebih tepatnya pada usia 17 tahun. Kematian suaminya membuat Vicky mewarisi sejumlah kekayaan keluarga yang sebelumnya dimiliki oleh Jopseph.

Dengan Detik.com, dia adalah salah satu janda terkaya di dunia. Tak heran, keluarga Safra dianggap sangat kaya.

Keluarga Safra begitu kaya karena telah dibangun selama 3 generasi selama 180 tahun dan ada di 4 benua, seperti dilansir The National News.

Keduanya terdaftar sebagai pemilik bank J. Safra Sarasin di Swiss dan Banco Safra di Brasil.

Kedua bank tersebut memiliki aset sebesar $90 miliar atau setara dengan Rp1.303 triliun. Seperti dikutip dari Insert Live, ada juga bisnis milik keluarga, termasuk Gherkin Building di London dan 660 Madison Avenue, New York.

Surat kabar harian Vicky

Semasa hidupnya, Joseph Safra jarang diwawancarai media massa. Begitu juga dengan Vicky, meski merupakan istri orang terkaya, ia jarang menunjukkan dirinya. Karakter Anda dapat digambarkan cukup misterius.

Vicky kebanyakan muncul di depan umum selama pekerjaannya sebagai filantropis. Termasuk dalam kegiatan Yayasan Vicky dan Joseph Safra yang dia dan suaminya miliki.

Baca Juga :  Perbedaan "Prince, Princess, Queen, King"

Menurut sumber yang tidak disebutkan namanya, janda terkaya di dunia itu telah tinggal di Swiss, bukan Brasil, selama sepuluh tahun. Vicky sendiri menolak berkomentar soal tempat tinggalnya.

Vicky dan Joseph Safra memiliki 4 anak dan 14 cucu. Mengutip Forbes, keempat anaknya mewarisi sebagian kekayaan ayah mereka, senilai sekitar Rs 102 triliun.

Putra tertua bernama Jacob Safra (45) mengepalai bisnis internasional perusahaan keluarga. Sebagai putra bungsu, David Safra (36) menjalankan perusahaan di Brasil.

Sedangkan dua anak lainnya memiliki usaha lain di luar usaha keluarga utama. Anak ketiga, Alberto Safra, 41, meninggalkan dewan direksi pemberi pinjaman keluarga pada 2019 tetapi tetap mempertahankan sahamnya di Grupo J. Safra.

Ia mendirikan ASA Investments, sebuah perusahaan pembiayaan dengan unit manajemen aset dan kekayaan.

Anak kedua dari Esther Safra (44) ini sedikit berbeda dengan saudara-saudaranya yang lain. Dia mengepalai sekolah Beit Yaacov di Sao Paulo, Brasil, yang didirikan oleh Safra Family Foundation.

Pesan terakhir adalah bahwa Jacob dan David, yang masih dalam bisnis keluarga, berniat untuk memperluas kerajaan J. Safra Sarasin. Anda baru saja menyelesaikan bisnis perbankan swasta Bank of Montreal di Hong Kong dan Singapura.

Sementara itu, Banco Safra mengumumkan pada bulan April bahwa mereka membeli perbankan swasta Credit Agricole dan bisnis manajemen aset di Brasil.

“Saya percaya grup ini adalah ukuran dan kekuatan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan kami untuk generasi yang akan datang saat kami menantikan ketahanan dan kinerja 180 tahun lagi,” tulis Jacob Safra dalam laporan tahunan J. Safra Sarasin.

Sumber :

Rate this post